Berbagai macam
pola pengembangan yang berkembang saat ini, salah satunya yaitu pola
instruksional. Pola instruksional merupakan cara yang sistematis dalam
mengidentifikasi, mengembangakan dan mengevaluasi seperangkat materi dan
strategi yang diarahkan untuk mencapai suatu tujuan pendidikan tertentu[1].
Pengembangan
instruksional adalah teknik pengelolaaan dalam mencari pemecahan
masalah-masalah instruksional atau setidak-tidaknya dapat mengoptimalkan
pemanfaatan sumber belajar yang ada untuk memperbaiki pendidikan.
Ada beberapa
model pengembangan instruksional, salah satunya yaitu model Banathy yang akan
kita bahas lebih lanjut.
Model Bela
Banathy merupakan model pengembangan instruksional yang dikemukakan oleh
Banathy. Model ini dapat diformasikan dalam enam langkah, sebagai berikut:
1.
Merumuskan tujuan (Formulate
objectivrs).
Pada langkah ini
merupakan suatu pernyataan yang menanyakan apa yang diharapkan dari
siswa/mahasiswa untuk dikerjakan, diketahui dan dirasakan sebagagi hasil
pengalaman belajarnya.
2.
Mengembangakan tes (develop
test)
Dalam langkah ini
dikembangkan suatu tes yang didasarkan atas tujuan yang diinginkan dan
digunakan untuk mengetahui kemampuan yang diharapkan tercapainya hasil dari
pengalaman belajarnya.
3.
Menganalisis kegiata
belajar (analyze learning task)
Dalam langkah ini
dirumuskan apa yang harus dipelajari sehingga dapat menunjukkan tingkah laku
seperti yang digambarkan dalam tujuan yang telah dirumuskan. Dalam kegiatan
ini, kemampuan awal mahasiswa harus juga dianalisis atau dinilai karena tidak
perlu mempelajari apa yang telah mereka katehui atau kuasai,
4.
Mendesain sistim
instruksional (design system)
Setelah langkah 1
sampai dengan 3 telah dilalui, perlu dipertimbangkan alternatif-alternatif dan
identifikasi apa saja yang harus dikerjakan untuk menjamin bahwa para
siswa/mahasiswa akan dapat menguasai kegiatan-kegiatan yang telah dianalisis
pada langkah-langkah kegita tersebut (disebut functions analysis). Juga
perlu ditentukan siapa atau apa yang mempunyai potensi yang paling baik untuk mencapai
fungsi-fungsi tersebut . kapan dan di mana fungsi-fungsi tersebut harus
dilaksanakan.
5.
Melaksanakan kegiatan dan
mengatasi hasil (implement and test output)
Dalam langkah ini
sistin yang telah didesain, sekarang dapat diuji coba atau dites dan dilaksanakan.
Apa yang dapat dilaksanakan atau dikerjakan mahasiswa sebagai hasil
implementasi sistim, harus dinilai agar dapat diketahui seberapa jauh mereka
telah menunjukkan tingkah laku seperti yang dimaksudkan dalam rumusan tujuan.
6.
Meengadakan perbaikan (change
to improve)
Hasil-hasil yang
diperoleh dari evaluasi kemudian merupakan umpan balik (feed back) untuk
keseluruhan sistem sehingga perubahan-perubahan (jika diperlukan) dapat
dilakukan untuk memperbaiki sisti instruksional[2].
Tidak ada komentar:
Posting Komentar